Minggu, 26 Februari 2012

PENGELOMPOKAN LONTAR-LONTAR YANG ADA DI BALI


Populasi lontar di Bali ribuan jumlahnya tersebar di seluruh Bali, tersimpan di rumah-rumah penduduk seperti Geria, Puri, Jero dan perseorangan.Selain itu ada beberapa koleksi lontar yang diadakan oleh pemerintah maupun badan suasta. Dalam lontar-lontar tersebut tersimpul berbagai pengetahuan filsafat, agama, etika, aestetika, arsitektur, astronomi, pengobatan dan sebagainya. Pengetahuan ini telah menggugah hati para sarjana barat untuk menelitinya. Pada abad XX setelah Bali dapat ditaklukkan oleh Kolonialisme Belanda, di sinilah terdapat sederetan nama-nama sarjana Barat yang telah meneliti secara kritis beberapa lontar di Bali antara lain: Brandes, Van Stein Callenfels, Dr.W. Stuterheim, L.J.J Caron, Dr.R. Goris, Dr. C. Hooykaas, Prof. Dr. C.C. Berg, P.J. Worsley dan lain-lain (Sura, 1993 : 381).
                        Berdasarkan hasil penelitian sarjana Barat ini, telah diadakan pengelompokan lontar-lontar yang ada di Bali ke dalam kelompok Veda, Agama, Wariga, Itihasa, Babad, Tantri yang dimuat di dalam Mededeelingen van de Kirtya Liefrinck van der Tuuk Aflevering I (Sura, 1993 :381).
                  Lontar-lontar yang ada di Bali umumnya bercorak Siwaistik, hal ini erat kaitannya dengan dasar kepercayaan Hindu yang berkembang di Indonesia dan di Bali khususnya. Adapun jenis-jenis lontar yang bercorak Siwaistik (dalam Sura, 1993), adalah sebagai berikut :
v  Lontar-lontar Tattwa.
Lontar-lontar jenis ini memuat ajaran Ketuhanan, di samping itu juga ajaran tentang penciptaan alam semesta, ajaran tentang kelepasan dan sebagainya. Yang tergolong lontar-lontar jenis ini antara lain :  1) Bhuwanakosa, 2) Ganapatitattwa, 3) Jnanasiddhanta, 4) Bhuwana Sangksepa, 5) Sanghyang Mahajnana, 6) Tattwajňāna, 7) Wrhaspati Tattwa, 8) Siwagama, 9) Siwatattwapurana, 10) Gong Besi,           11) Purwabhumi Kamulan, dan lain-lain.
v  Lontar-lontar Etika
Lontar-lontar jenis ini berisi ajaran tentang etika, kebijakan tuntunan untuk menjadi orang sadhu, dan yang termasuk jenis lontar ini yaitu : 1) Sarasamuscaya, 2) Slokantara, 3) Siwasasana, 4) Agastyaparwa, 5) Wratisasana, 6) Silakrama, 7) Pancasiksa, 8) Rsi Sasana, 9) Putra Sasana.
v  Lontar-lontar Yajna
Lontar-lontar tentang yajna banyak sekali jenisnya. Umumnya lontar ini berisi petunjuk-petunjuk tentang pelaksanaan yajna, baik mengenai jenis banten atau sesajennya, perlengkapannya dan sebagainya. Beberapa jenis lontar ini antara lain :
Ø  Yang berisi  petunjuk tentang pelaksanaan Dewa Yajna meliputi lontar : (1) Dewa Tattwa, (2) Sundarigama, (3) Wrhaspatikalpa, (4) Catur Wedhya.
Ø  Yang berisi petunjuk tentang pelaksanaan Pitra Yajna adalah lontar : (1) Yama Purwana Tattwa, (2) Yama Tattwa,          (3) Empu Lutuk Aben,  (4) Kramaning Atiwa-tiwa, (5) Indik Maligya, (6) Putru Sesaji, (7) Bacakan Banten Pati Urip.
Ø  Yang berisi petunjuk tentang pelaksanaan Rsi Yajna, meliputi lontar : (1) Kramaning Madiksa, (2) Yajna Samkara.
Ø  Yang berisi petunjuk tentang pelaksanaan Manusa Yajna yaitu lontar : (1) Dharma Kahuripan, (2) Eka Pratama,        (3) Bacakan Banten Pati Urip, (4) Janma Prawerti, (5) Puja Kalapati, (6) Puja Kalib.
Ø  Yang berisi petunjuk tentang pelaksanaan Bhuta Yajna adalah lontar : (1) Ekadasarudra, (2) Pancawalikrama          (3) Indik Caru (4) Bhama Krtih (5) Lebur Sangsa,               (6) Pratingkahing Caru.
Ø  Lontar-lontar yang erat hubungannya dengan pelaksanaan Yajna adalah lontar-lontar Wariga, antara lain : (1) Wariga, (2) Purwaka Wariga, (3) Wariga Gemet, (4) Wariga Krimping, (5) Wariga Pararasian, (6) Wariga Palalawangan, (7) Wariga Catur Winasa Sari, (8) Wariga Winasa Sari.

v   Lontar-lontar Puja
Lontar-lontar puja erat sekali kaitannya dengan lontar-lontar Yajna. Kalau lontar Yajna berisi petunjuk-petunju pelaksanaan Yajna, maka lontar puja berisi puja untuk menghantarkan Yajna dalam upacara agama. Lontar-lontar ini juga dijadikan pegangan oleh para sulinggih/pedanda pada waktu “memuja” dan “muput” upacara agama. Lontar-lontar puja ini antara lain: 1) Weda Parikrama,          2) Surya Sewana, 3) Arghapatra, 4) Puja Ksatrya, 5) Puja Mamukur, 6) Kajang Pitra Puja,dan 7) Kusumadewa.

3 komentar:

  1. kalo lontar untuk wariga atau dewasa ayu ada nggak?? kalo ada mohon di share ke e-mail ku yoa.,.,

    BalasHapus
    Balasan
    1. suksma brother kadek sudah berkunjung ke blog sy....tp maaf ya sy gak punya koleksi lontar2 krn sy sendiri gak paham tuh baca lontar

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus